Langkau ke kandungan utama

Catatan

Yang Ditampilkan

Kubur di Pengkalan 2

  "Inilah tempatnya," kata Ammak tersenyum puas.  Dia berdiri bercekak pinggang merenung pohon-pohon kayu menjulang di hadapan.  Ada sedikit kawasan yang tidak ditumbuhi pohon kayu, hanya semak samun yang agak tebal.  Abdah berdiri di sebelahnya.  "Tempat apa?" tanya Abdah hairan. "Kampung lama kita," jawab Ammak pendek.  Abdah menggeleng beberapa kali.  Dia bukanlah sudah berumur atau hilang ingatan.  Baru dua puluhan.  Seingatnya, tidak pernah di pulang ke kampung itu.  Tidak pernah sekali pun.  Soalnya, mana kampung?  Mana rumah-rumah?  Mana dusun dan kebun?  Yang ada hanya hutan belantara.  Hutan tarum yang entah di mana duduk tempatnya. "Kita balik, Ammak," ajak Abdah.  Bunyi seperti rengekan kanak-kanak pada telinga Ammak.  Berdesir bersama angin lalu.  Ammak capai parang dan mula merintis semak-samun itu menuju ke suatu arah.  Abdah hanya megekor di belakang sambil matanya melingas ke kiri kanan.  Mana tahu, tiba-tiba muncul binatang buas.

Catatan Terbaharu

Kubur di Pengkalan 1

Kereta-kereta di Makkah

Surau Tua

Melihat Tanah Air - Kuantan

Hospital Tiga Hari

Dada Air

Celam Celum Kuala Kubu

Mi Sup Utara Homemade

Pameran Fotografi Burung-burung Kuala Kubu Bharu

Telur