Terbaru. Dapatkan segera dari penulis WA 012-2712906

Terbaru. Dapatkan segera dari penulis WA 012-2712906

Sabtu, Mac 12, 2016

Pusara Masjid Lama - Catatan 17


Sudah seminggu Aki Sendeng terkedang di tengah serambi. Bermakna sudah seminggu juga Haji Don ditugaskan menjaganya.  Sudah beberapa orang dukun yang datang, bersilih ganti hari.  Selepas sahaja dukun yang mula-mula memutuskan ubat, dukun kedua pula mengambil bahagian.  Ada yang mengimbas dengan kain hitam.  Ada yang mengacu-acukan manggar kelapa yang belum kembang dan kali ini Haji Don diminta mengambil upih pinang beberapa keping.
"Buat apa?" tanya Haji Don hairan.
"Buat bekas makan, acu untuk membuang ancak di sungai," terang Aki Ajir.
"Syirik," kata Haji Don sepatah. Membantah.  Dia dapat melihat wajah Aki Ajir berubah kemerahan-merahan.  Tak sanggup menentang mata orang tua itu, Haji Don turun ke tanah.  Ada beberapa batang pokok pinang hidup subur di bawah cangkat, tidak jauh dari rumah. 
"Jangan sampai upih itu jatuh ke tanah!" laung Aki Ajir. 

2 ulasan:

Izham Alias berkata...

Menantikan sambungannya tuan.

Mohamad Kholid berkata...

Tuan, insya Allah penghujung Mei akan terbit sebagai sebuah novel